Claudio López: “Si Kutu” Pertama dari Argentina yang Mengguncang Eropa

 

Claudio López: “Si Kutu” Pertama dari Argentina yang Mengguncang Eropa

Sebelum dunia mengenal Lionel Messi sebagai La Pulga, Argentina sebenarnya sudah punya pendahulu yang lebih dulu dijuluki “Si Kutu.” Namanya Claudio López, atau El Piojo—penyerang bertubuh mungil yang larinya seperti peluru dan kaki kirinya setajam silet.


Di akhir 90-an, López berubah menjadi mimpi buruk bek-bek La Liga bersama Valencia. Di Mestalla, ia bukan figuran—ia adalah mesin pendobrak. Bersama Los Che, El Piojo membantu mengubah klub kejutan menjadi kekuatan Eropa: meraih Copa del Rey, menembus final Liga Champions 2000, dan mencetak 71 gol selama berseragam Valencia.


Petualangannya berlanjut ke Lazio, Serie A era paling brutal—era bek keras dan taktik rapat. Namun López tetap menunjukkan dirinya berbeda. Larinya tetap menusuk, penempatannya licik, dan kontribusinya vital, termasuk hat-trick ikonik ke gawang Inter yang masih jadi cerita di Roma.


Di level internasional, ia bukan pelengkap. Golnya ke gawang Edwin van der Sar di Piala Dunia 1998 menjadi salah satu momen paling melekat dalam ingatan fans Argentina.


Sebelum Messi membuat dunia jatuh cinta pada “kutu kecil” dari Rosario, Argentina sebenarnya sudah punya cetak biru pemain mungil, cepat, dan mematikan itu. Dan prototipe itu bernama Claudio López—El Piojo, Si Kutu pertama yang membuat Eropa gigit jari.

Dedi Darwanto
Dedi Darwanto Saya adalah Konten Kreator dan seorang blogger

Posting Komentar untuk "Claudio López: “Si Kutu” Pertama dari Argentina yang Mengguncang Eropa"