Pauleta: Si Elang Azores yang Terbang Diam-Diam, Tapi Menggegar Eropa

 

Pauleta: Si Elang Azores yang Terbang Diam-Diam, Tapi Menggegar Eropa

Dalam sejarah sepak bola Portugal, sebelum nama Cristiano Ronaldo mendominasi panggung dunia, ada satu predator yang terbang rendah namun mematikan: Pedro Miguel Pauleta—si Elang Azores yang mencatatkan jejaknya dengan senjata paling sederhana: ketenangan dan insting pembunuh di kotak penalti.


Lahir di kepulauan kecil Azores, jauh dari hiruk-pikuk sepak bola daratan Eropa, Pauleta justru memulai kariernya bukan dari Liga Utama Portugal. Ia memilih jalur berbeda—merantau ke Spanyol, mencetak gol demi gol untuk Salamanca, lalu menjadi bagian dari kisah Super Depor yang melegenda. Musim 1999–2000, Deportivo La Coruña menjuarai La Liga, dan Pauleta menyumbang 11 gol yang krusial dalam perjalanan sejarah tersebut.


Namun, titik tertingginya lahir di Paris. Berseragam PSG—meski usia sudah memasuki kepala tiga—Pauleta berubah menjadi mesin gol yang tak kenal kompromi. Ia tiga kali menjadi top skor Ligue 1, sebuah capaian yang bahkan tak disentuh banyak bomber elit Eropa.


Bersama timnas Portugal, Pauleta pernah berdiri di puncak sejarah dengan 47 gol, mematahkan rekor legenda abadi Eusebio, sebelum akhirnya disalip Cristiano Ronaldo. Lebih unik lagi, ia dipanggil timnas saat masih bermain di kasta kedua Liga Spanyol—sebuah bukti betapa tajamnya naluri striker yang satu ini.


Selebrasinya sederhana: tangan dibentang seperti elang. Diam, tanpa gaya berlebihan, tanpa keributan. Tapi dari pulau kecil yang terpencil, Pauleta terbang tinggi, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar padam.


Elang Azores itu mungkin tak seekor garuda raksasa. Tapi sekali ia membentangkan sayap, Eropa merasakannya. 🦅⚽

Dedi Darwanto
Dedi Darwanto Saya adalah Konten Kreator dan seorang blogger

Posting Komentar untuk "Pauleta: Si Elang Azores yang Terbang Diam-Diam, Tapi Menggegar Eropa"