Direkrut Lewat Media Sosial, Kisah Unik Pico Lopes Menuju Piala Dunia
Di era modern seperti sekarang, jalan menuju tim nasional ternyata tak selalu lewat pantauan pemandu bakat atau turnamen besar. Kisah Roberto “Pico” Lopes menjadi bukti nyata bahwa media sosial pun bisa membuka pintu menuju panggung sepak bola dunia.
Nama Pico Lopes mungkin tak terlalu dikenal luas. Namun siapa sangka, pemain kelahiran Dublin, Irlandia ini justru menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Cape Verde—negara kecil di Afrika yang akhirnya lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Semua bermula dari sebuah pesan aneh di LinkedIn.
Pengirimnya mengaku sebagai pelatih tim nasional Cape Verde dan menulis pesan dalam bahasa Portugis. Karena Pico Lopes tidak bisa berbahasa Portugis dan merasa pesan tersebut janggal, ia memilih untuk mengabaikannya. Bahkan, pesan itu dibiarkan begitu saja selama hampir sembilan bulan.
Barulah ketika Federasi Sepak Bola Cape Verde mengirim ulang pesan secara resmi dan menggunakan bahasa Inggris, Pico Lopes mulai sadar bahwa tawaran itu benar-benar serius. Dari situ, komunikasi pun berlanjut hingga akhirnya ia dipanggil untuk membela tim nasional.
Tanpa banyak drama, Pico Lopes mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia memilih membela tanah kelahiran ayahnya, Cape Verde. Keputusan yang awalnya terasa sederhana itu justru berbuah manis.
Bersama tim nasional, Pico Lopes tampil konsisten dan menjadi bagian penting dari perjalanan Cape Verde. Hingga akhirnya, negara tersebut mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kisah Pico Lopes membuktikan bahwa sepak bola selalu punya cerita tak terduga. Kadang, mimpi besar bisa datang dari tempat yang paling sederhana—bahkan dari sebuah pesan LinkedIn yang nyaris diabaikan.

Posting Komentar untuk "Direkrut Lewat Media Sosial, Kisah Unik Pico Lopes Menuju Piala Dunia"
Posting Komentar