Kehilangan Rp3,5 Miliar Karena Cinta Palsu: Kisah Pahit Hariono

 

Kehilangan Rp3,5 Miliar Karena Cinta Palsu: Kisah Pahit Hariono

Tidak semua kekalahan terjadi di lapangan.

Sebagian justru datang dari luar sepak bola, dengan cara yang tak pernah disangka.

Kisah ini dialami oleh Hariono, mantan gelandang Persib Bandung yang dikenal sebagai pemain pekerja keras dan penuh loyalitas. Di balik kariernya yang solid, Hariono pernah mengalami pengalaman pahit yang menguras bukan hanya perasaan, tapi juga tabungan.

Awal Kenal yang Terlihat Meyakinkan

Semua bermula pada tahun 2010.

Hariono berkenalan dengan seseorang bernama Ananda Wegyansyah. Sosok ini mengaku sebagai General Manager sebuah perusahaan besar. Obrolan demi obrolan berjalan lancar, penuh janji, dan terdengar sangat meyakinkan.

Tak berhenti di situ, Hariono juga dijanjikan sesuatu yang lebih besar:

ia akan dinikahkan dengan anak perempuan pemilik perusahaan batu bara, yang disebut-sebut sebagai pewaris bisnis keluarga.

Bagi Hariono yang saat itu masih lajang, cerita tersebut terdengar seperti masa depan yang cerah.

Gaji Mengalir, Janji Tak Pernah Datang

Tanpa banyak curiga, Hariono mulai membantu secara finansial.

Hampir setiap bulan, sebagian besar gajinya diberikan. Awalnya terasa wajar, lama-lama menjadi kebiasaan.

Tahun berganti tahun.

Dari 2010 hingga 2014, jumlah uang yang telah diberikan mencapai angka fantastis: sekitar Rp3,5 miliar.

Sayangnya, semua yang dijanjikan tak pernah benar-benar ada.

Fakta yang Menghancurkan

Setelah diselidiki lebih jauh, terungkap fakta mengejutkan.

Perusahaan yang disebutkan tidak pernah berdiri.

Anak perempuan yang dijanjikan sebagai calon istri pun hanya cerita fiktif.

Merasa dirugikan, Hariono akhirnya membawa kasus ini ke jalur hukum.

Berakhir di Meja Hijau

Kasus ini pun berujung di pengadilan.

Ananda Wegyansyah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan penjara karena terbukti melakukan penipuan.

Bagi Hariono, ini menjadi pelajaran pahit yang tak ternilai harganya.

Pelajaran dari Kisah Ini

Cerita Hariono mengingatkan kita bahwa siapa pun bisa menjadi korban penipuan.

Tak peduli status, profesi, atau pengalaman hidup.

Di lapangan, Hariono dikenal tegas dan tanpa kompromi.

Namun dalam urusan hati dan kepercayaan, bahkan pemain sekeras apa pun bisa lengah.

Karena terkadang, lawan paling berbahaya bukan yang berdiri di depan mata,

melainkan yang datang dengan senyum dan janji manis.

Dedi Darwanto
Dedi Darwanto Saya adalah Konten Kreator dan seorang blogger

Posting Komentar untuk "Kehilangan Rp3,5 Miliar Karena Cinta Palsu: Kisah Pahit Hariono"