Saat Toni Kroos “Ngena” di Podcast Romario: Brasil Tak Disebut, 7-1 Justru Jadi Kenangan Terbaik

 

Saat Toni Kroos “Ngena” di Podcast Romario: Brasil Tak Disebut, 7-1 Justru Jadi Kenangan Terbaik

Legenda Brasil, Romario, kini punya kesibukan baru di luar lapangan. Ia membuat sebuah podcast sepak bola yang menghadirkan tamu-tamu besar. Salah satu yang paling menarik perhatian publik adalah kehadiran Toni Kroos, mantan jenderal lini tengah Timnas Jerman dan Real Madrid.

Obrolannya sebenarnya santai. Tidak ada nada panas, tidak ada debat keras. Tapi justru dari suasana santai itulah muncul momen yang bikin publik Brasil… terdiam.

Romario membuka percakapan dengan pertanyaan sederhana:

“Menurut kamu, siapa favorit juara Piala Dunia?”

Tanpa berpikir panjang, Kroos langsung menyebut beberapa negara: Spanyol, Portugal, Prancis, dan Maroko.

Satu hal yang langsung disadari semua orang—Brasil tidak ada dalam daftar.

Padahal Kroos sedang duduk berhadapan langsung dengan Romario, salah satu ikon terbesar sepak bola Brasil. Namun Kroos tetap tenang, seolah tak ada yang janggal. Bagi dirinya, itu murni pendapat sepak bola, bukan soal sopan atau tidak.

Percakapan kemudian berlanjut ke topik yang lebih personal. Romario bertanya:

“Dari semua pertandingan dalam kariermu, mana yang paling berkesan?”

Di sinilah momen ikonik itu muncul.

Sambil tertawa lepas, Toni Kroos menjawab, pertandingan terbaiknya adalah saat Jerman menang 7-1 atas Brasil di Piala Dunia 2014—dan lebih “pedas” lagi, pertandingan itu terjadi di Brasil sendiri.

Bagi penggemar Jerman, itu adalah malam sempurna.

Bagi Brasil, itu adalah luka yang sampai sekarang belum sepenuhnya sembuh.

Menariknya, Kroos tidak mengucapkannya dengan nada sombong. Ia justru tertawa, seolah sedang mengenang salah satu momen paling gila dalam hidup seorang pesepak bola. Tapi tetap saja, kejujuran itu terasa menusuk.

Podcast Romario ini akhirnya jadi bukti bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tapi juga soal cerita, memori, dan kejujuran. Kadang, satu kalimat sederhana bisa lebih ramai dari selebrasi gol.

Dan Toni Kroos, sekali lagi, menunjukkan bahwa dirinya selalu bermain lurus—baik dengan kaki, maupun dengan kata-kata.

Dedi Darwanto
Dedi Darwanto Saya adalah Konten Kreator dan seorang blogger

Posting Komentar untuk "Saat Toni Kroos “Ngena” di Podcast Romario: Brasil Tak Disebut, 7-1 Justru Jadi Kenangan Terbaik"